
UNIVERSITAS
PADJADJARAN

Hubungi Kami : 0813 9458 8978
Bimbingan Teknis untuk Pemerintahan

GV013
Peningkatan Kapasitas Layanan Prima dan Strategi Pemecahan Masalah untuk ASN
Pelayanan prima bagi aparatur sipil negara (ASN) adalah suatu pola layanan terbaik dalam manajemen modern yang mengutamakan kepedulian terhadap masyarakat. Layanan prima di dalam pemerintahan pada dasarnya adalah sama, yang paling penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, minimal harus ada tiga hal pokok, yakni: peduli pada masyarakat, melayani dengan tindakan terbaik, dan memuaskan masyarakat dengan berorientasi pada standar layanan tertentu. Jadi, keberhasilan program pelayanan prima tergantung pada penyelarasan kemampuan, sikap, penampilan, perhatian, tindakan, dan tanggungjawab dalam pelaksanaannya. Sederhananya, pelayanan prima (excellent service) adalah pelayanan yang memenuhi standar kualitas yang sesuai dengan harapan dan kepuasan masyarakat. Sehingga dalam pelayanan prima terdapat dua elemen penting yang saling berkaitan yaitu pelayanan dan kualitas. Selain itu ASN dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari pasti akan menghadapi suatu masalah. Jika masalah tersebut tidak dipecahkan, akan mengganggu pekerjaannya maupun pekerjaan orang lain yang pekerjaanya tergantung kepada selesainya pekerjaan tersebut. Dalam memecahkan masalah ASN sering terjebak pada kesimpulan atau solusi tanpa melihat permasalahan yang sebenarnya dan sering berorientasi pada akibat bukan pada sebabnya sehingga masalah tersebut sering kali muncul kembali. Oleh karena itu ASN memerlukan suatu metode praktis dan teruji untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi agar masalah dapat tuntas diselesaikan.
Objektif
-
Peserta mampu memberikan kecepatan waktu dalam pelayanan.
-
Peserta mampu memberikan akurasi / ketepatan pelayanan.
-
Peserta mampu menjaga kesopanan dan keramahan dalam pelayanan.
-
Peserta mampu bertanggung jawab dalam menangani komplain pelanggan.
-
Peserta mampu mengidentifikasi dan mendefinisikan masalah yang paling prioritas dengan benar.
-
Peserta mampu menganalisis dan menemukan akar penyebab masalah yang sesungguhnya.
-
Peserta mampu membuat solusi alternatif dan memilih yang terbaik untuk masalah-masalah yang terjadi di tempat kerja.
-
Peserta mampu menyusun rencana implementasi penyelesaian masalah dan cara mengantisipasinya.